Tampilkan postingan dengan label Karsa Tempel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karsa Tempel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Program Studi Perbankan Syari'ah UNISNU Jepara

By Unknown | At 14.27 | Label : | 0 Comments
Assalamu'alaikum, Puji Syukur atas karuniah Allah SWT, akhirnya fakultas Syari'ah dan Hukum mempunyai Prodi Perbankan Syari'ah. Jurusan ini mempunyai beberapa peluang karir seperti: Akademisi Perbankan Syari'ah, Manager Perbankan Syari'ah dan lain-lain. kemunculan Perbankan Syari'ah ini merupakan wujud respon Fakultas Syari'ah dan Hukum atas menjamurnya Perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini. semoga perbankan Syari'ah mampu kebutuhan pasar global di Indonesia ataupun dunia. AMINNNN.


Salam Pergerakan...!!! bersegeralah mendaftar ke perbankan Syari'ah,,,,!!!

Sabtu, 12 Juli 2014

PMII Jepara akan adakan aksi damai untuk Palestina

By Unknown | At 11.37 | Label : , | 0 Comments
Tindakan tentara Israel yang membabi buta mulai hari selasa (7/7/2014) hingga sabtu (12/7/2014) telah menewaskan 112 korban Jiwa (Sumber: Kompas.com), ini sangat ironi sekali mengingat begitu banyaknya korban yang berjatuhan dari agresi Israel. Korban dari serangan Israel terhadap Palestina sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan. Tindakan tersebut sangat merugikan Palestina sendiri karena setiap warga negara berhak untuk merdeka. Atas serangan tentara Israel tersebut membuat Negara-negara lain ikut berpartisipasi dalam membantu korban dari keganasan tentara Israel. Dalam hal ini PC. PMII Jepara juga turut serta mengadakan Aksi damai dan Penggalangan Dana untuk Rakyat Palestina  sebagai bentuk solidaritas atas serangan Israel terhadap palestina pada hari senin 14 Juli 2014 mulai pukul 08.00 WIB. Dalam aksi damai kali ini didasari atas beberapa Landasan:

1.    Kemanusiaan
Tindakan Agresi Militer Israel dengan memborbardir Tepi Barat Gaza menambah penderitaan rakyat Palestina yang selama ini terkungkung dengan agresi dari Militer Israel.
2.    Kemerdekaan
Dalam konstitusi Negara, setiap warga negara berhak untuk mendapatkan kemerdekaannya.
3.    Pelanggaran HAM
Agresi Militer yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel telah menewaskan ratusan rakyat Palestina yang seyogya rakyat yang tidak berdaya menghadapi bombardier militer Israel.
4.    Solidaritas
Terlepas dari SARA, kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia
5.    Instruksi PB. PMII untuk melaksanakan aksi damai secara serempak di seluruh nusantara.

Aksi Damai sendiri diawali dari Base Camp PC. PMII Jepara kemudian diteruskan ke Tugu Kartini dan diakhiri orasi di depan Kantor Pemerintah Daerah Jepara dengan tuntutan mendesak Pemerintah Daerah Jepara untuk memberikan statemen (pernyataan) mendukung tuntutan PMII dan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Pemerintah RI untuk bertindak dalam kasus tersebut.

Aksi ini juga sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar bahwa PMII juga turut serta mendukung Palestina dari serangan Israel. Ditengah-tengah aksi nanti juga diselingi dengan Penggalangan Dana untuk rakyat Palestina. PC. PMII Jepara menghimbau dan mengajak kepada segenap warga PMII Jepara dan sekitarnya untuk ikut serta dalam aksi damai dan penggalangan dana nantinya dengan mengintruksi kepada setiap rayon untuk mengerahkan seluruh anggota/kadernya.

Walaupun secara raga kita terpisah jauh dari tempat tersebut namun solidaritas kita terhadap Negara lain yang kehilangan kemerdekaan dan terjadi banyak pelanggaran HAM tidak boleh luntur dikarenakan jarak territorial.

Salam Pergerakan. !!!


Ditulis oleh: Muwasaun Niam
Diedit oleh: Muhammad Iklil

Mengukir Sejarah Baru; Institut Ke Universitas

By Unknown | At 10.29 | Label : | 0 Comments

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Pergerakan...!!!

Salam siratuhrahmi,  salam bahagia dan salam pergerakan kami sampaikan kepada seluruh sahabat/i  Pergerakan Mahasiswa Islma Indonesia (PMII) Cabang Jepara, mulai dari struktural yang paling bawah dijajaran PMII Jepara yaitu Rayon (Syari’ah & Hukum, Tarbiah & Keguruan, Dakwa & Komunikasi, Ekonomi & Bisnis, Sain & Teknologi) Badan Semo Otonom (BSO), serta  Komisariat Sultan Hadirin yang ada di bawah naungan PC Jepara hingga Sampai di kepengurusan PC PMII Jepara sebagai induk dari Organisasi PMII Jepara.

Puji Syukur senantiasa kita haturkan kepada Allah SWT, karna atas Taufiq, Hidayah serta Inayah-Nya kita masih diberikan kesehatan, kenikmatan serta masih diberikan kesempatan kepada Makhluk-Nya untuk melakukan aktivitas-aktivitas gerakan social untuk mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat sehingga akan tercipta suatu tatanan masyarkat kearah perubahan yang lebih baik.

Sholawat serta salam tak lupa juga kami sanjungkan kepada Beliau Sang Revolusioner yakni Baginda Rasul Nabi Muhammad SAW. Nabi yang telah membawa atau merubah kita dari belenggu zaman jahiliyyah ke zaman yang terang benerang seperti yang kita rasakan saat ini (Kontemporer). Nabi yang dimana disetiap perbuatan, ucapan serta pemikiranya menjadi sumber inspirasi bagi sahabat/i untuk tetap eksis membela masyarakat yang hak-haknya masih perlu diperjuangkan serta nabi yang menjadi sumber spirit (semangat) untuk membela kaum-kaum tertindas. Semoga nanti di hari kiamat kita akan mendapatkan pengakuan sebagai umatnya dan mendapatkan syafa’at darinya, amin.

Rayon Syari’ah dan Hukum adalah salah satu Rayon yang ada dinaungi PC. PMII Jepara yang dimana menjadi sumber kaderisasi yang sangat urgent. Rayon yang salah satu tugasnya adalah memfasilitasi sahabat/i Kader PMII Jepara untuk tetap berproses di PMII yang nantinya akan menjadi Kader yang benar-benar mu’takid.

Dengan bergantinya nama dari Rayon Syari’ah kemudian menjadi Rayon Syari’ah dan Hukum seiring bermetamorfosisnya Institut ke Universitas tentunya mempunyai dampak yang signifikan baik dampak positif maupun negatif.

Pada kepengurusan Peiode 2014-2015 ini merupakan tonggak sejarah baru serta bergulirnya Institut ke Universitas seperti yang dijelaskan dimuka. Dan tentunya tantangan dan rintangan akan semakin banyak baik dari Internal Rayon sendiri termasuk internal PMII maupun dari eksternal. Masa Transisi memang dirasakan sangat berdampak bagi Rayon sendiri, itu terlihat dari mulai dikuranginya kegiatan-kegiatan dikampus khususnya pada malam hari. Namun, masa transisi ini bukan menjadi alasan yang paling vital. Karena kalau dalam satu pengurus ini tetap solid semua halangan, rintangan dan tantangan tersebut akan mampu dijalani selaras dengan apa yang diharapkan kita bersama.

Namun mengacu pada Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) yang direkomendasikan oleh RTAR XII Rayon Syari’ah dan Hukum pada tanggal 11 Mei lalu yang salah satu isinya adalah dengan mengupayakan konsolidasi internal dengan melihat kondisi eksternal akan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Artinya dengan Kondisi internal yang solid nantinya akan membentuk suatu kepengurusan yang sesuai dengan apa yang dicita-cita oleh Rayon Syari’ah dan Hukum khususnya dan PMII pada umumnya. Serta mengacu pada rekomendasi yang besifat internal dengan merumuskan sebuah sistem dan mekanisme konsolidasi pengurus yang professional dan penguatan pengurus dan pendampingan kader akan mampu menciptakan suatu kepengurusan yang benar-benar solid.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut akan kurang berjalan selaras manakala kesadaran antara pengurus yang satu dengan pengurus yang lainnya belum tercipta secara utuh, yang mementingkan kesibukan pribadi, egoisme, serta belum mampu secara maksimal melakukan proses dalam pengkaderan. Artinya Kesadaran tentang Citra Diri PMII beserta tugas dan fungsinya perlu dipahami betul, karena ini akan menetukan juga di kepengurusan kali ini. Seorang pengurus tidak akan berjalan secara maksimal menjalankan tugasnya jika dia tidak mengetahui PMII secara utuh. Oleh karena itu penguatan Idiologi PMII perlu ditanamkan dahulu kepada Pengurus secara umum sebelum mereka memciptakan program yang bertujuan untuk memfasilitasi kader-kader PMII nantinya.

Dan seiring telah dilaksanakannya Rapat Kerja (RAKER) kemarin harapannya mampu untuk direalisasikan untuk memfasilitasi kader-kader syari’ah ke depan. Perlu dipahami bersama bahwa program-program yang direncanakan itu hanya bersifat planning (perencanaan). Kita juga harus mampu untuk mengorganisir, mengaktualisasikan, mengontrol serta mengevaluasi setiap program yang kita rencanakan sehingga akan terbentuk suatu sistem management (POACE) yang sistematis. Besar harapan apa yang telah kita rencanakan diatas dapat kemudian terealisasi dalam memfasilitasi kader-kader syari’ah.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamittariq
Baca, Tulis, Diskusi, Lawan
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Ditulis oleh: Muhammad Iklil (Ketua Rayon PMII Rayon Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara periode 2014-2014)
Diedit oleh: Muwasaun Niam

Minggu, 06 Juli 2014

Raker Rayon Dakwah dan Komunikasi Periode 2014-2015

By Unknown | At 02.50 | Label : | 0 Comments
Suasana Pembukaan Raker PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi UNISNU Jepara di rumah sahabati Aida Farichatul Laila, Desa Jerukwangi 01/07 kecamatan Bangsi Kabupaten Jepara.

Hari ini Rayon Dakwah dan Komunikasi mengadakan Rapat Kerja di desa Jerukwangi kecamatan Bangsri kab. Jepara. Raker merupakan hal yang penting didalam suatu organisasi untuk menjadi sebuah acuan keberhasilan. karena merupakan salah satu acuan organisasi dalam melaksanakan roda keorganisasian selama satu periode. Dan semoga RAKER Kali ini membawa kemajuan dan sebuah terobosan yang baru bagi tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Salam Pergerakan.

Minggu, 27 April 2014

Diskusi sambil berwisata di desa Plajan

By Unknown | At 02.21 | Label : | 0 Comments

Alhamdullah Diskusi Kajian Hukum (DKH) sudah telaksana di rumah sahabati Nur Hidayah (Mantan Ketua Rayon Syari'ah dan Hukum Periode 2012-2014) pukul 10 pagi tadi dengan fasilitator Sahabat Ahmad Fauzul Ghufron (Ketua Rayon Syari'ah dan Hukum periode 2013-2014) dan tema yang diangkat pada diskusi kali ini adalah "Poligam Halal atau Haram" di lanjutkan wiasata di Gua sakti dan di Gong perdamaian. untuk tulisanhasil diskusi tadi dapat di tunggu di Blogger ini.
gamabar Ketika Fasilitator (Ahmad Fauzul Ghufron) sedang Menjelaskan Materi

 gamabar peserta sedang memperhatikan diskusi.
 sesi tanya jawab.
menyanyikan Mars PMII dan Indonesia Raya.

menyanyikan Mars PMII dan Indonesia Raya.
Wisata ke gua sakti setelah selesai Diskusi Kajian Hukum

Kamis, 10 April 2014

Momen foto Pembukaan HMJ PBI UNISNU Jepara

By Unknown | At 04.22 | Label : | 0 Comments







Pembukaan Raker HMJ PBI

By Unknown | At 01.13 | Label : | 0 Comments
Pembukaan Raker HMJ PBI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruanpada hari Ahad, 6 April 2014 di Ruangan Auditorium lantai III dengan tema " Berkarya Bersama, Untuk Mewujudkan Citra Terbaik Prodi dan Kampus". Semoga pas Nanti Raker dapat Menghasilkas sebuah Rancangan Kerja yang baik serta dapat memajukkan kampus dengan program kerja terbaikknya. Aminnnnn.




Selasa, 01 April 2014

Seminar "Undang-undang desa"

By Unknown | At 23.33 | Label : | 1 Comments

Minggu, 09 Maret 2014

Sekolah Kepengacaraan

By Unknown | At 17.50 | Label : , | 0 Comments

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syaria’ah dan Hukum UNISNU Jepara bekerjasama dengan PMII Rayon Syariah dan Hukum UNISNU Jepara mengadakan Sekolah Kepengacaraan yang bertempat di Lantai 4 Gedung hijau UNINU Jepara. Acara yang dimulai jam 8 pagi sampai 11:45 dihadiri mahasiswa dan mahasiswai fakultas Syariah dan Hukum lebih Khusus semester 2 dan 4. Acara ini dirasa cukup penting untuk mahasiswa Syariah demi memperkenalkan peluang output bagi mahasiswa syariah terutama dibidang kepengacaraan.
#berpikir Progresif dan dikerjakan
Salam Pergerakan,,,!!!!!!! — 

Peraturan Kampus Harus Tegas! (Parpol Bertopeng Dosen)

By Unknown | At 17.43 | Label : | 0 Comments

Tahun 2014 banyak diperbincangkan melalui kegiatan dengan berbagai macam tema. Tahun ini sangat heboh dengan bertepatan pesta demokrasi Rakyat Indonesia. Semua rakyat dituntut berpartisipasi untuk memilih wakil rakyat sesuai daerah pilih masing-masing. Bemacam strategi dilancarkan oleh wakil rakyat supaya terpilih menjadi angota DPR 2014-2018. Memasang baliho, membagikan sticker, bahkan hal yang paling riskanpun dilakukan demi terpilih menjadi wakil rakyat.
Namun ada beberapa yang disayangkan jika para Calon Legislatif demi mendapatkan suara terbanyak hingga akhirnya harus masuk dalam instansi pendidikan. Hal ini sangat jelas tidak profesional bila mana telah terjadi. Sesuai undang-undang nomor 12 tahun 2003 yang berisi tentang larangan partai politik masuk Kampus, rumah ibadah dan kantor pemerintah. Penulis mengira bahwa para Caleg tidak mempunyai legitimasi yang kuat terhadap masyarakat sehingga melakukan demikian.
Sudah setengah tahun lebih kampus UNISNU berdiri namun masih saja terlihat transisi yang belum seimbang, mengakibatkan banyak yang mempunyai kepentingan menduduki posisi strategis dalam kampus. Kampus UNISNU belum begitu tampak apa yang menjadi visi misi nya, setidaknya tampak dalam implementasi pelayanan mahasiswa. Penulis tidak akan membahas yang demikian namun penulis akan lebih mengkhususkan pada permasalahn bagi dosen yang mempunyai kepentingan, baik yang menjadi Caleg ataupun yang mempunyai hubungan dengan Parpol. Dapat dikatakan dhalim bagi dosen yang melakukan kampanye dikampus. Dengan cara mengondisikan mahasiswa secara langsung atau memasang poster di mobil probadi.
Penulis mewakili mahasiswa secara tegas menolak keberadaan parpol yang bertopeng dosen. Secara hukum sudah melanggar undang-undang, dan keberadaannya sudah mencederai nama baik kampus. Oleh karenanya, bagi yang mempunyai kepetingan parpol harap ditegakkan kata profesional, sebelum kami yang peduli terhadap perkembangan kampus bertindak yang lebih. Hal ini bukan ancaman, melainkan menginggatkan agar terciptanya suasana yang harmonis. Harapannya, kampus kampus tempat mencari ilmu bukan ladang penjaringan parpol.
Salam Pergerakan,!!!
Ditulis oleh: Dofri Sofwatul Anam
DIedit oleh: Muwasaun Niam

PUISI KARYA ANAK INDONESIA KISAH INDONESIA

By Unknown | At 17.20 | Label : , | 0 Comments

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Di kenal sebagai hari kemerdekaan indonesia
Yang di rintis oleh para pejuang bangsa
Dengan penuh tekad gigih meraih cita
Tuk wujudkan negara indonesia merdeka
Di bawah naungan pancasila.............
Sebagai dasar hukum negara
Agar senantiasa aman, damai dan sejahtera

Namun waktu demi waktu kian bergulir
Ketika regenerasi bangsa mulai bergilir
Bagaikan perjalanan angin yang semilir
Hingga merubah peradaban bangsa yang berfikir
Menjadi sarat dengan penyimpangan tiada bertolerir
Ketika era globalisasi datang bagaikan sihir
Yang membuncah menerpa tiap sudut kota hingga pesisir
Sungguh, iman manusia banyak yang tergelincir
Hingga norma dan agama seakan tersingkir

Sadarlah hai manusia
Harta bukan lah segalanya
Siapakah yang harus di salahkan ?
Alam ataukah binatang ?
Apakah manusia ?

Jawabannya adalah manusia-manusia yang krisis keimanan.
Sehingga puing-puing masuk kedalam perut sehingga mudah di sebut korup
Ingatlah firman Allah SWT
‘Kerusakan daratan, lautan bukan di sebabkan kaki-kaki gajah yang besar
Tapi di sebabkan olah tangan jail manusia.’

Ya Allah, yang maha agung
Jauhkanlah bangsa kami dari pemimpin-pemimpin yang dzolim
Yang hanya tau harta lupa rakyat

Berilah kami pemimpin yang bertanggung jawab,  tau rakyat, tau bangsa dan tau masyarakat dan mau mengisi kemerdekaan.
Amin-amin ya robbal alamin.


Karya Nanung Nafi’atin (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)


MEMAHAMI ASWAJA SEBAGAI MANHAJUL-FIKR

By Unknown | At 17.12 | Label : | 0 Comments
Secara bahasa aswaja berasal dari kata Ahl yang berarti pemeluk, jika dikaitkan dengan aliran atau madzhab maka artinya adalah pengikut aliran atau pengikut madzhab (ashab al-madzhab). Sedangkan Al-Sunnah mempunyai arti jalan, di samping memiliki arti al-Hadist. Disambungkan dengan ahl maka keduanya bermakna pengikut jalan Nabi, para Sahabat dan tabi’in. Al-Jamaah berarti sekumpulan orang yang memiliki tujuan. Bila dimaknai secara kebahasaan, Ahlusunnah wal Jama’ah berarti segolongan orang yang mengikuti jalan Nabi, Para Sahabat dan tabi’in.
Dalam Qanun Asasi (konstitusi dasar) Nahdlatul ‘Ulama yang dirumuskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari tertulis bahwa Aswaja merupakan sebuah faham keagamaan dimana dalam bidang akidah menganut pendapat Abu Hasan Al-Asy’ari dan Al-Maturidi, dalam bidang fiqh menganut pendapat dari salah satu madzhab empat (madzahibul arba’ah – Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali), dan dalam bidang tasawuf/akhlak menganut Imam Junaid al-Baghdadi dan Abu Hamid Al-Ghazali.
Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) merupakan bagian integral dari sistem keorganisasian PMII. Aswaja merupakan metode pemahaman dan pengamalan keyakinan Tauhid. Lebih dari itu, disadari atau tidak Aswaja merupakan bagian kehidupan sehari-hari setiap anggota/kader organisasi. Akarnya tertanam kuat dan dalam jiwa serta terimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.
Perkembangan zaman yang sangat cepat dan membutuhkan respon yang kontekstual dan cepat pula. Menjadikan sangat perlunya kaji ulang serta penelusuran terhadap bangunan isi Aswaja sebagaimana selama ini digunakan. Disini Aswaja diartikan sebagai orang-orang yang memiliki metode berfikir keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berlandaskan atas dasar-dasar moderasi, menjaga keseimbangan, dan toleransi sehingga harus diletakkan secara proporsional, yakni Aswaja bukan sebagai mazhab, melainkan  sebuah manhaj al-fikr (pendekatan berpikir tertentu) yang digariskan oleh sahabat dan para muridnya, yaitu generasi tabi’in yang memiliki intelektualitas tinggi dan relatif netral dalam menyikapi situasi politik ketika itu. Namun harus diakui bahwa kelahiran Ahlussunnah Waljamaah sebagai manhaj al-fikr  tidak terlepas dari  pengaruh tuntutan realitas sosio-kultural dan sosio-politik yang melingkupinya.
PMII melihat bahwa pemahaman tersebut sangat relevan dengan perkembangan zaman, selain karena alasan muatan doktrinal Aswaja selama ini terkesan terlalu kaku. Maka dengan pemahaman sebagai manhaj, Aswaja menjadi lebih fleksibel dan memungkinkan bagi pengamalnya untuk menciptakan ruang kreatifitas dan menelorkan ikhtiar-ikhtiar baru untuk menjawab perkembangan zaman.
Bagi PMII Aswaja juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna bagi setiap tempat dan zaman. Islam tidak diturunkan untuk sebuah masa dan tempat tertentu. Kehadirannya dibutuhkan sepanjang masa dan akan selalu relevan. Namun relevansi dan makna tersebut sangat tergantung kepada kita, pemeluk dan penganutnya, memperlakukan dan mengamalkan Islam. Di sini, PMII sekali lagi melihat bahwa Aswaja merupakan pilihan paling tepat di tengah kenyataan masyarakat kepulauan Indonesia yang beragam dalam etnis, budaya dan agama.
Salam Pergerakan,!!!!
Ditulis Oleh: Lia Aprelia (Kader PMII Rayon Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara)
Diedit Oleh : Dofri Sofwatul Anam (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)

Melawan Stagnansi Pemikiran, Pergumulan Intelektual Kaum Muda NU

By Unknown | At 17.04 | Label : , | 0 Comments

Ada sebuah term yang berkembang bahwa kalangan tradisional (warga nahdliyyin) adalah mereka yang kuno, tidak mau merespon modernitas, stagnan dalam pemikiran baik masalah agama maupun perkembangan teknologi. Hal tersebut terlihat melalui beberapa pesantren yang sampai saat ini masih melanggengkan tradisi pembelajaran dengan literatur kitab klasik dan belum mampu mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum. Hal lain juga terlihat pada sejumlah keputusan atau fatwa ulama’ yang belum mampu merespon isu-isu kontempore semisal pluralisme, emansipasi perempuan dan demokrasi.
Term ini bisa jadi benar, namun bisa jadi benar-benar keliru. Karena yang terjadi sesungguhnya warga nahdliyyin begitu dinamis dan cenderung progresif dalam merespon isu-isu kontemporer yang muaranya adalah menjunjung tinggi demokrasi, penegakan HAM dan keadilan sosial.
Sejak didirikannya pada tahun 1926, NU adalah organisasi sosial keagamaan yang begitu visioner dan bercarapandang kedepan. Merebaknya gerakan kaum modernis yang membawa jargon “kembali pada Qur’an dan Hadits” dan bermaksud mengeliminir segala bentuk amaliah kaum muslim yang dinilai syirik dan tak ada anjuran dari Qur’an maupun Hadits, menjadi ancaman serius bagi kehidupan kaum muslim kala itu. NU hadir, sebagai penyeimbang dan meng-counter gerakan tersebut. NU melihat bahwa, nusantara bukan negara arab, kondisi sosial masyarakat kita memaknai Islam dengan caranya sendiri. Warisan tradisi tidak sepenuhnya praktik syirik, karena didalamnya dilakukan internalisasi nilai-nilai ke-Islam-an.
Menjelang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, NU juga berperan aktif dalam perjuangan momen ini. Dimulai dari keterlibatan KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri NU), dalam perumusan dasar negara, sampai merumuskan strategi mempertahankan kemerdekaan RI. Secara aktif, kiai-kiai dari pondok pesantern besar di Jawa dan Madura melakukan konsolidasi untuk siap berjihad membela tanah air melawan sekutu. Pasca kemerdekaan, NU juga mengambil peran dengan menempatkan sejumlah kadernya dalam posisi strategis, seperti Menteri Agama dalam jajaran Pemerintah RI. Ini bukan hal mudah, karena persaingan dan arus perpolitikan negara saat itu begitu keras. KH. Wahab Chasbullah, adalah salah satu ulama’ yang mahir melakukan manuver politik demi menjaga kepentingan warga nahdliyyin khusus dan umat muslim secara umum. Inilah yang kemudian dikenal istilah “Tradisionalisme Radikal”, NU tradisional dalam ritus keagamaan namun radikal dalam wilayah politik bernegara.
Fokus pada tulisan ini yakni pada dekade 1980 an, NU mulai mengambil keputusan untuk fokus terhadap wilayah umat. Pembenahan bidang keagamaan, ekonomi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Yang dikenal istilah “Kembali Ke Khittah 1926” pada saat Muktamar NU di Situbondo tahun 1984. Pada masa-masa inilah gerakan intelektual muda NU mulai menunjukkan taringnya. Beberapa diantaranya adalah para alumni pesantren, khususnya yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik PT agama seperti IAIN atau PT umum, tidak sedikit dari mereka berasal dari keluarga kiai. Abdurrahman Wahid adalah salah satu diantaranya. Secara aktif ia menyebarkan pemikirannya lewat berbagai tulisan yang dicetak di beberapa koran dan majalah nasional seperti Kompas dan Tempo. Ketegangan NU dan Pemerintah pada masa itu menjadikan Gus Dur, sapaan Abdurrahman Wahid, selaku Ketua Tanfidziyah NU melakukan sejumlah kebijakan yang kadang tidak bisa diterima oleh kalangan sesepuh NU. Karena memang paradigma dan cara berfikir yang berbeda dalam merespon realitas sosial, sempat Gus Dur dipertanyakan atas kepemimpinannya dalam NU saat itu. Ia lebih fokus pada pengawalan negara dalam penegakan demokrasi yang saat itu mulai digoyahkan dengan rencana pencalonan kembali Presiden Soeharto untuk periodenya yang ke-5.
Memasuki dekade 1990an sampai 2000an, para intelektual muda NU seolah menuai benih dari masa kepemimpinan Gus Dur. Lihat misalnya Said Agil Siraj dengan pemikiran menggugat doktrin aswaja, Masdar Farid Mas’udi dengan pemikiran Islam Emansipatorisnya, kelompok LkiS Yogyakarta dengan libelarisasi pemikiran Islamnya melalui penerbitan-penerbitan, telah mengusung semangat demokrasi dan modernisasi. Polarisasi pemikiran dari kalangan yang terkenal tradisional ini justru lebih modernis dari kaum modernis. Tokoh-tokoh revolusioner muslim seperti Hassan Hanafi, Nars Hamid Abu Zayd, Muhammad Jaber al-Jabiri, Muhammad Arkoun dan Asghar Ali Engineer menginspirasi corak pemikiran mereka, sehingga lebih dikenal dengan kelompok Post-Tradisionalis Islam (Islam Post-Tra).
Tugas kita kemudian adalah melanjutkan estafet perjuangan dan pemikiran, sehingga layak untuk masuk dalam kelompok Post-Tradisionalis Islam. Kaum intelektuak muda NU yang mampu merespon modernitas, menjunjung tinggi demokrasi dan keadilan sosial, menegakkan maqashid al-syari’ah dalam bingkai mutiara aswaja serta senantiasa menanamkan slogan “NKRI Harga Mati” bagi kesejahteraan bangsa kita.
Salam Pergerakan,,,,!!!
Ditulis oleh: M. Choirun Najib (Ketua Komisariat Sultan Hadlirin 2013-2014 PMII Jepara)
Diedit oleh: Dhofri Shofwatul Anam (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNINSU Jepara)

Kemandirian Berorganisasi di Tubuh Pergerakan

By Unknown | At 16.59 | Label : | 0 Comments

“Agar benar-benar Tercipta suatu kemandirian berorganisasi mulai dari me-landing-kan isu, mandiri meng-advokasi dan lain-lain, itu semua dimulai dari mindset kader PMII Sendiri”


Kemandirian berorganisasi tidak akan tercipta dengan mudah melainkan perlu adanya sebuah proses yang panjang. Proses tersebut seperti kebiasaan dan latihan secara konsisten. PMII sebagai Wadah Mahasiswa NU dituntut mampu untuk mandiri dari segi manapun, baik segi kemandirian mengurus pengkaderan, finansial ataupun yang lain.
“Mindset sahabat-sahabati biasanya kurang berpikir kedepan” ucap Misbahus Zain pada saat Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Komisariat Sultan Hadlirin tanggal 28 Februari lalu. Tidak begitu mengejutkan kalau beliau melontarkan Statement demikian. Karna realita dilapangan banyak sekali kader-kader yang belum mempunyai arah gerak yang jelas terhadap kemajuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jepara. Perlu adanya pemetaan potensi mandiri dalam berorganisasi, setiap rayon harus mampu dalam menggali potensi dirinya. Kalau kita lihat realita sekarang rayon-rayon yang ada di Jepara belum mampu memaksimalkan dan mengekplorasi setiap bidang jurusannya.
Dalam memajukkan sebuah organisasi nampaknya kita tidak sepatutnya hanya berpangkuh tangan pada ketua organisasi, namun kita harus membangun organisasi dari kesadaran diri sendiri. Kalau sudah tercipta sebuah kemandirian organisasi maka pola perjalanan akan tercipta dengan baik. Selain itu, mampu mengordinir dari setiap lini mulai dari tingkatan rayon, komisariat, cabang maupun yang lainnya.
Sedikit gambaran untuk memajukkan organisasi dimulai dari individu, misalnya setiap ada sebuah even ataupun acara, seorang ketua memberikan kepercayaan kepada salah satu anggota untuk memimpin acara tersebut. Kepercayaan merupakan satu instrument guna membangun kemandirian terhadap diri dan patner itu sendiri “anggota”.
Pemberian kepercayaan dari ketua kepada salah satu individu akan membuat sebuah ikatan kepemilikan dan rasa tanggung jawab kepada organisasi. Kita ketahui bersama bahwa menumbuhkan rasa kepemilikan dan rasa tanggung jawab bukanlah hal yang mudah dan bukan hal yang sulit. Maka dengan pola ini interaksi dan komunikasi akan tercipta antara individu satu dengan individu yang lainnya.
Salam Pergerakan....!!!
Ditulis Oleh:Muwasaun Niam (Kader PMII Rayom Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)
Diedit Oleh: Dofri Sofwatul Anam (Kader PMII Rayom Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)

Rabu, 05 Maret 2014

PKD Komisariat Sultan Hadlirin

By Unknown | At 18.59 | Label : , , | 0 Comments

 PKD pertama kalinya diadakan oleh Pengurus Komisariat Sultan Hadlirin. Dalam rangka melanjutkan jenjang pengkaderan, Pengurus Komisariat Sultan Hadirin menyelenggarakan pelatihan kader dasar (PKD). Dengan tema “Peniupan ruh gerakan sebagai pondasi identitas kader PMII”. Bertempat di pondok al-qolil desa bulungan Rt.07/Rw.05, pakis aji Jepara. Pada hari jum’at-senin, 28 Februari - 3 Maret 2014. Dalam sambutanya Ketua Komisariat Sultan Hadirin Muhammad Choirun Najib mengatakan “PKD adalah jenjang ke-dua dari Mapaba, kalau mapaba dulu hanya sebagai anggota, tapi sekarang sudah mulai jadi kader. Dimana kader di persiapkan untuk melanjutkan estafet perjuangan, maka perlu peniupan kembali ruh pergerakan. Najib menambahkan, “Dengan kegiatan PKD kali ini, diharapkan bisa mengembalikan ruh pergerakan dan kader-kader selalu berpegang pada zikir, fikir, dan amal sholeh,” tuturnya. Yang kami undang dari berbagai daerah, tidak hanya daerah Jepara saja, jadi pesertanya juga beragam dan jumlahnya sekitar 50 peserta lebih, ada peserta dari Semarang, Grobokan, Pati, Malang, Blora dan lain-lain. Acara PKD PMII ini adalah yang pertama kalinya diadakan oleh Komisariat Sultan Hadirin." tambahnya. Menurut Uli salah satu peserta PKD dari UMK Kudus mengaku senang karena sebelumnya belum pernah mengikuti kaderisasi sampai tingkat PKD. Materi dan Pematerinya yang sangat menarik sehingga waktu 3 hari mulai tanggal 28 Februari - 3 Maret 2014 itu di anggap belum cukup walaupun materi PKD telah selesai semua.

Salam Pergerakan........!!!!!!!!!
Ditulis Oleh: M. Noor Syahid
Diedit : Muwasaun Miam

Minggu, 16 Februari 2014

Sekolah Anggaran Bekal Mengawal Kebijakan Daerah

By Unknown | At 23.54 | Label : | 0 Comments
Sekolah Anggaran
Bekal Mengawal Kebijakan Daerah

PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Jepara, Komisariat Sultan Hadirin bekerjasama dengan FITRA (Forum  Indosesia Transparasi Anggaran) untuk Jepara,  Sepakat mengadakan kajian rutinan disetiap malam minggu di Gedung NU jepara, yang mana  dalam forum Sekolah Anggaran ini mengkaji kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara. Tidak hanya itu, dalam Sekolah Anggaran ini diajarkan kepada kader-kader PMII bagaimana mengawal rencana pengangaran mulai dari Perencanaan di tingkat Desa hingga di pemerintah kabupaten.
Agenda sekolah anggaran ini sangat di sambut antusias oleh segenap kader-kader PMII  cabang Jepara. Sekolah anggaran ini menjadi sangat penting dikonsumsi bagi para aktifis kampus. Karena dalam kajiannya membahas dimana titik rawan korupsi dan penyelewengan angaran daerah. Dengan dihadiri kurang lebih 30 mahasiswa yang tergabung sebagai kader PMII Cabang Jepara. Antusias ini tidak lepas peran dari para alumni yang sekaligus menjadi pemateri yaitu sahabat Lukman Hakim, S Pd.I. Yang saat ini menjadi, pembina di Lapesdam NU Jepara.
Harapan dari sekolah angaran tersebut tidak lepas dari peran kader PMII yang pada umumnya ranah geraknya membela kaum mustadl 'afin. Dari sektor angaran daerah kader mampu menganalisa angaran yang beredar di tempat tinggalnya. Ini adalah sebagai salah satu bentuk pembelajaran untuk memperkuat mentalitas dan pengetahuan kader. Hal ini, jika melihat jangka panjangnya para kader diajarkan untuk memberantas indikasi terjadinya korupsi ditingkat daerah atau desa. Selain itu kader lebih sensitif terhadap perkembangan isu-isu publik yang ada dikabupaten Jepara. Dengan demikian, kader secara tidak langsung ikut dalam menyumbangkan pemikiran dan gagasan membangun bangsa dan Negara.

Oleh karenanya, kami mengajak kepada mahasiswa yang sadar dan tahu akan kebutuhan yang ada disekitar desa atau daerah tinggalnya, untuk ikut berpartisipasi mengikuti sekolah angaran. Agenda ini tidak memberi batasan bagi siapa saja yang mau ikut. Bagi anda yang suka nongkrong-nongkrong pada malam minggu, kami mengajak anda ikut ngaji anggaran.
Sekolah anggaran menjadi hal yang sangat penting bila pada aplikasinya dilakukan dengan tulus dan maksimal. Artinya, dalam anggaran daerah perlu adanya pengawasan yang serius dan matang, agar setiap program kerja daerah dapat terealisasi dengan tepat dan bijak. Ketika hal ini sudah terjadi, maka yang terjadi kemakmuran dalam keadilan setiap individu terkabulkan. (Red-Ghufron)

Ditulis Oleh: Ahmad Fauzul Ghufron (Ketua Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara periode 2013-2014)
Diedit Oleh: Muwasaun Niam (Kader Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara periode 2013-2014)

GERAKAN MAHASISWA ANTARA IDEALITAS DAN REALITAS

By Unknown | At 23.40 | Label : | 0 Comments

GERAKAN MAHASISWA

ANTARA IDEALISME DAN REALITAS




Gerakan Mahasiswa adalah perbincangan yang selalu menarik karena gerakan mahasiswa akan selalu ada mengiringi sejarah Indonesia ini bahkan dunia. Gerakan Mahasiswa yang dimulai sejak abad ke 12 dan 13, telah banyak memberikan sumbangan dalam membangun peradaban dunia. Sebagai contoh keikut sertaan gerakan mahasiswa dalam membangun Indonesia adalah pada Peristiwa Sumpah pemuda (1928), Peristiwa Rengas dengklok (1945), Peristiwa berakhirnya ORLA (1966), Aksi Malari (1972), Peristiwa Penggulingan Soeharto (1998) dan lain sebagainya.
Untaian sejarah mahasiswa pada zamannya itu memberikan indikasi bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang lebih jika dibandingkan dengan elemen masyarakat lain, dua gelar yang disandang yaitu agent of change and agent of social control harus di respon dengan sebuah kesadaran. Kesadaran yang tumbuh dari setiap mahasiswa bahwa ia tidak saja mesti menyelesaikan tugas-tugas akademik di kampus, namun juga mesti mampu menyelesaikan problem-problem sosial kemasyarakatan yang ternyata jauh lebih rumit ketimbang belajar teorinya dan baca buku di dalam kelas. Keseimbangan dua aspek tadi yakni teori dan praktik setidaknya akan membentuk pemahaman yang utuh.
Mahasiswa bisa diibaratkan adalah sosok intelektual muda yang nantinya diharapkan bisa menjadi cendikiawan. Tentu tidak mudah menapaki jalan hidup ke sana, penuh luka dan liku. Karena menjadi seorang cendekiawan yang konsisten kadangkala mesti berseberangan dengan penguasa yang bisa jadi jalan yang dipilihnya itu menyeret pada pengapnya "hotel prodeo" alias penjara. Inilah jalan kaum intelektual yang tetap meneriakkan kebenaran ketika semua orang tiarap. Inilah risiko yang mesti ditanggung Seorang cendekiawan yang lurus yang bisa dipastikan akan lebih banyak menemui badai ketimbang damai.
Menurut Julien Benda, cendekiawan tidak boleh terikat oleh sekat-sekat budaya, ras, bahasa, bangsa, dan geografi tetapi Ia harus merasa sebagai unit komunitas global sejati. Dalam perang sekalipun, ia tidak harus membela dan berpihak pada bangsanya. Ia selalu berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Adagium right or wrong is my country, tidak ada dalam kamus mereka. Hal ini berbeda dengan sosok cendekiawan, menurut Benda, semua jenis aktivitas politik merupakan rezim militerisme dan jiwa kolektif dari realisme, materalisme, praktikalisme, dan aktivisme. Oleh karena itu cendekiawan tidak boleh terlibat dalam politik, militer dan diplomasi. Memasuki dunia itu berarti minimal terlibat-menyebarkan kebencian terhadap ras lain, fraksi politik, dan sangat bangga dengan nasionalisme.
Fenomena hari ini menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat agaknya mengalami penurunan yang cukup berarti, mereka telah dininabobokan oleh budaya hedonisme dan terjerat ke dalam kubangan kapitalisme. Dua budaya ini lamat-lamat memasuki relung kehidupan kita tanpa sadar. Sederhana saja jika kita ingin melihat fenomena ini. Cobalah bandingkan lebih banyak mana mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang) dengan mahasiswa yang kura-kura (kuliah rapat, kuliah rapat). Tentu kita akan lebih banyak menyaksikan yang pertama ketimbang yang kedua. Persoalannya tentu tidak sederhana. Mereka dikirim orang tua untuk menuntut ilmu memang iya, namun yang mesti harus kita sadari bahwa menjadi mahasiswa adalah sebuah pilihan, dan memilih sesuatu akan meniscayakan sebuah konsekuensi yang mesti ditanggung oleh setiap personal. Tanggung jawab mahasiswa adalah mewujudkan masyarakat adil makmur dengan lebih mengedepankan kepentingan rakyat kecil ketimbang kepentingan dirinya (hanya berkuliah saja).
Yang lebih parah lagi, budaya hedonis berkembang di kampus, menyebar begitu cepat bak jamur di musim hujan. Rasanya jarang sekali terdengar percakapan yang akademis di lingkungan mahasiswa. Sedangkan percakapan non akademis kerap kali terdengar. Ini ironis, mengingat mahasiswa adalah corak intelektualitas dan akademis. Sepertinya, perbincangan seputar intelektualitas adalah produk serta fakta yang langka ditemukan dalam kehidupan mahasiswa masa kini. Ibarat “mencari jarum dalam tumpukan jerami”. Inilah gambaran kondisi mahasiswa saat ini beserta gerakannya.
Kondisi semacam ini diperparah oleh Gerakan mahasiswa yang lingkupnya merosot hanya pada tataran kampus saja, masih diperparah dengan kecil presentase mereka yang aktif dan serta rendahnya tingkat kepedulian mereka. Jangankan untuk peduli pada negara, kebijakan pada tingkat kampus (rektorat) pun jarang direspon atau dihiraukan. Apatis, itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sikap para mahasiswa masa kini beserta gerakan-gerakannya.
Oleh karena itu sesungguhnya di samping keheroikan label mahasiswa yang begitu "gagah" di depan masyarakat, juga menuntut pembuktian atas hal itu. Dalam pandangan masyarakat (terutama pedesaan) memandang bahwa mahasiswa itu bagai malaikat yang mampu menyelesaikan apa pun, meskipun hal itu bukan jurusan dikampusnya.
Karakter mahasiswa adalah mereka yang segi akademisnya baik (IPK diatas rata-rata), Basic organisasi kuat, Santun dalam bertingkah cerdas dalam berfikir (ahlakul kharimah), dan menjadi panutan mahasiswa lainnya. Selain itu juga Mampu me-manage (mengatur) waktu, dan Mampu melakukan perubahan dimanapun dia berada.
Jika anda sebagai mahasiswa mempunyai semua kriteria seperti diatas, maka anda layak menyandang predikat sebagai aktivis mahasiswa sejati. Jika belum, maka baiknya Penulis sarankan anda banyak belajar dan belajar selain itu berkaderlah di organisasi PMII yang bertujuan terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridlai Allah SWT.


Salam Pergerakan .........!!!!


Di Edit Oleh : Misbakhus Sholihin ( Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara )

PERGULATAN WACANA KIRI MAHASISWA

By Unknown | At 23.27 | Label : | 0 Comments
PERGULATAN WACANA KIRI MAHASISWA

Diskursus wacana kiri telah menjadi ikon bagi perlawanan kearah perjuangan. Berbicara tentang wacana "kiri", tentu memori kita akan cepat terfokus dalam model perjuangan yang tanpa henti yang di pamerkan oleh Karl Marx dengan pejuangan kelas dalam melawan kapitalisme, dan begitu juga Che Guevera.
Bagi sebagian kalangan, wacana kiri dipahami sebagai antitesis bagi wacana kanan yang identik dengan kebiasaan (lurus-lurus aja). Sehingga tak jarang seseorang yang memiliki analisis kiri selalu di waspadai dan dianggap Dangerous, dan harus di jauhi. Stereotif terhadap umat kiri seakan menjadi sebuah model baru (neo-model) bagi sebuah perjuangan kelas, yang pada hakikatnya itu hanya menjadi perubahan musuh yang sebenarnya kawan.
Tidak hanya Karl marx dan Che Gueverra saja yang "meneteskan letupan-letupan" perjuangan yang diklaim kiri, yang merupakan musuh baru bagi pemahaman yang selama ini telah tertata. Dalam bingkai teologi khususnya Islam, tentu kita mengenal bagaimana Hassan Hanafi dengan membara-bara menggelorakan arti pentingnya sebuah pemahaman baru terhadap Islam yang lebih dikenal dengan kiri Islam. Islam sebagai doktrin, bagi Hanafi tentu membutuhkan sebuah interpretasi baru, tentunya dengan keadaan yang sedang terjadi. Sehingga Hanafi menyebutnya dengan Islam sebagai new Profil Islam yang selalu siap untuk merespon gejala-gejala globalisasi yang tak terbendung.
Dan sekarang yang menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah sejauh mana Mahasiswa merespon bahwa sudah selayaknya pola fikir kita harus dialih-relkan dari rel besi yang sudah tua ke landasan besi yang lebih kuat lagi sehingga mampu menopang beban laju gerbong perubahan. Sebenarnya, terlalu dini bagi diri saya untuk bisa mengatakan sekaligus memberikan konsep gagasan reformulasi mainstream Mahasiswa. Namun disinilah suatu keniscayaan bahwa perubahan selalu diawali denagan kesadaran diri, meskipun berjuang sendiri.

Minoritas Profetik
Istilah minoritas profetik sebagaimana yang dipopulerkan oleh New Field adalah untuk menyebut Mahasiswa yang secara kuantitas minoritas. Meskipun sebagai minoritas, Elan Vital mahasiswa tetaplah satu yakni "Enlightenment", sebagai pencerah bagi umat.
Dan diskursus kiri diatas secara implisit nerujuk pada minoritas profetik dari segi kuantitas, namun tidak secara kualitas. Seolah menjadi problem besar bersama, yang mengasumsikan bahwa kiri itu negatife. Menurut saya itu tidaklah benar. Dan buanglah jauh-jauh pandangan yang mengatas-namakan perdamaian akan tetapi malah memberangus keilmuan. Apalagi dengan menengok sejarah, tentu kita akan melihat bagaimana perjuangan para tokoh besar dunia, harus mengawali kampanye pemikiran mereka dengan hasutan, ancaman bahkan pendiskreditan. Namun apa yang terjadi sekarang, pemikiran tokoh-tokoh tersebut seolah menjadi nabi baru yang telah lama pergi, pemikiran mereka dikenang dan didalami sebagai "prasasti batu perubahan" meskipun dulu ditolak dan tak dianggap.
Oleh karenanya, kita selaku insan generasi islam yang modern sudah saatnya membuka semua ruang komunikasi dan jaringan, menginggat peradaban yang semakin maju. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh para pemikir liberal yang pada konteks penafsirannya dapat dikatakan terlalu kiri. Namun tidak pada para pemikir maju islam yang masih mengunakan dasar-dasar syariat islam. Pada dasarnya hukum islam bertujuan merealisir kemaslahatan manusia dengan menjamin kebutuhan pokok, sekunder dan pelengkap.(Red-KS)


Salam Pergerakan......!!!!!!
Diedit oleh : Misbakhus Sholihin ( Kader PMII Raton Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)

Sabtu, 15 Februari 2014

Sambutan Ketua PMII Rayon Syari'ah dan Hukum Periode 2013-2014

By Unknown | At 11.46 | Label : , | 0 Comments

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
salam siraturahmi dan salam Pergerakan saya sampaikan  kepada seluruh pembaca yang budiman tak terlebih bagi seluruh warga pergerakan PMII Cabang Jepara, wabil khusus kepengurusan Rayon Syari’ah periode 2013/2014 Fakultas Syari’ah Dan Ilmu Hukum UNISNU(Universitas Islam Nahdlatul Ulama’).
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat Ta’dhimnya kepada kita semua, khususnya  bagi seluruh sahabat-sahabati pergerakan PMII jepara, sehingga  kita semua senantiasa masih bisa beraktifitas dan melanjutkan perjuangan untuk membela kaum Mustad’affin,membela kaum-kaum tertindas,amin.
Add caption

Saya(Ahmad Fauzul Ghufron) selaku Ketua Rayon Syari’ah periode 2013-2014, mengucapkan terimaksih kepada:(1).kepengurusan Rayon Syari’ah 2013-2014,(2).PMII Komisariat Sultan Hadirin,(3).PMII Cabang Jepara, yang selalu menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi saya(Ahmad Fauzul Ghufron) dan jajaran kepengurusan rayon syariah.
Dengan mengucapkan Salam Pergerakan-Salam, Pergerakan-Salam pergerakan tertanam dalam jiwa kami sebuah kekuatan sepiritual yang terakuratisasi dalam semangat jiwa kami untuk selalu tetap semangat berproses dan berjuang  hingga menjadi seorang kader yang militan atau dalam istilah lain kader loyal di tubuh PMII.
Kepengurusan PMII Rayon Syariah UNISNU Jepara 2013-2014 sudah menginjak usia 9 Bulan, dengan masa jabatan 1 tahun tentunya sudah banyak  makan asam garam  baik berproses maupun pengalaman yang telah didapatkan. denga waktu yang tersisa tingga 3 bulan lagi  saya sangat berharap kepada para Sahabat/i untuk  selalu tetap semangat  memajukan rayon syariah, apa yang telah kita lampaui selama ini tentunya  masih banyak kekurangan dan kelemahan mari kita saling melengkapi dan mengisi demi kemajuan PMII Rayon Syariah dan Hukum. Mari kita bina  rasa toleransi dan solidaritas antar sesama kepengurusan demi terciptanya keselarasan organisasi.
Digerbang sana sudah ada kader-kader yang sudah siap menunggu Sahabat-sahabati untuk mendapatkan bimbingan dan pendampingan kita, mari kita kuatkan barisan melalui  sebuah kolektifitas  gerakan, membangun kesamaan Visi dan Misi demi terciptanya kader-kader ulul albab.
Mungkin Cukup itu saja dulu, kurang lebihnya  saya minta maaf jika terdapat beberapa statement yang kurang berkenan atau kurang sesuai dengan  pemikiran sahabat-sahabatku. akhirul kallam .
wassalamualikum, wr. wb.


Salam Pergerakan...!!!!

Ditulis Oleh: Ahmad Fauzul Ghufron (Ketua PMII Rayon Syari'ah dan Hukum Periode 2013-2014)
Diedit Oleh: Muwasaun Niam (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)
Posting Lama ►
 

Contact Person

Muhammad Iklil (Ketua Rayon Syari'ah dan Hukum) 087 746 566 766 Muwasaun Niam (Pimred Karsa Soeper) 085 741 498 232

Karsa Soeper

Merupakan media wacana dan berita Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU JEPARA

Alamat Redaksi

Jl. Majapahit Gg. Mawar RT.08/VI Gerjen Sari Tahunan Jepara

Copyright © 2014. KARSA SOEPER - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz