Tampilkan postingan dengan label Bulettin Karsa Soeper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulettin Karsa Soeper. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Sambutan Ketua PMII Rayon Syari'ah dan Hukum Periode 2013-2014

By Unknown | At 11.46 | Label : , | 0 Comments

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
salam siraturahmi dan salam Pergerakan saya sampaikan  kepada seluruh pembaca yang budiman tak terlebih bagi seluruh warga pergerakan PMII Cabang Jepara, wabil khusus kepengurusan Rayon Syari’ah periode 2013/2014 Fakultas Syari’ah Dan Ilmu Hukum UNISNU(Universitas Islam Nahdlatul Ulama’).
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat Ta’dhimnya kepada kita semua, khususnya  bagi seluruh sahabat-sahabati pergerakan PMII jepara, sehingga  kita semua senantiasa masih bisa beraktifitas dan melanjutkan perjuangan untuk membela kaum Mustad’affin,membela kaum-kaum tertindas,amin.
Add caption

Saya(Ahmad Fauzul Ghufron) selaku Ketua Rayon Syari’ah periode 2013-2014, mengucapkan terimaksih kepada:(1).kepengurusan Rayon Syari’ah 2013-2014,(2).PMII Komisariat Sultan Hadirin,(3).PMII Cabang Jepara, yang selalu menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi saya(Ahmad Fauzul Ghufron) dan jajaran kepengurusan rayon syariah.
Dengan mengucapkan Salam Pergerakan-Salam, Pergerakan-Salam pergerakan tertanam dalam jiwa kami sebuah kekuatan sepiritual yang terakuratisasi dalam semangat jiwa kami untuk selalu tetap semangat berproses dan berjuang  hingga menjadi seorang kader yang militan atau dalam istilah lain kader loyal di tubuh PMII.
Kepengurusan PMII Rayon Syariah UNISNU Jepara 2013-2014 sudah menginjak usia 9 Bulan, dengan masa jabatan 1 tahun tentunya sudah banyak  makan asam garam  baik berproses maupun pengalaman yang telah didapatkan. denga waktu yang tersisa tingga 3 bulan lagi  saya sangat berharap kepada para Sahabat/i untuk  selalu tetap semangat  memajukan rayon syariah, apa yang telah kita lampaui selama ini tentunya  masih banyak kekurangan dan kelemahan mari kita saling melengkapi dan mengisi demi kemajuan PMII Rayon Syariah dan Hukum. Mari kita bina  rasa toleransi dan solidaritas antar sesama kepengurusan demi terciptanya keselarasan organisasi.
Digerbang sana sudah ada kader-kader yang sudah siap menunggu Sahabat-sahabati untuk mendapatkan bimbingan dan pendampingan kita, mari kita kuatkan barisan melalui  sebuah kolektifitas  gerakan, membangun kesamaan Visi dan Misi demi terciptanya kader-kader ulul albab.
Mungkin Cukup itu saja dulu, kurang lebihnya  saya minta maaf jika terdapat beberapa statement yang kurang berkenan atau kurang sesuai dengan  pemikiran sahabat-sahabatku. akhirul kallam .
wassalamualikum, wr. wb.


Salam Pergerakan...!!!!

Ditulis Oleh: Ahmad Fauzul Ghufron (Ketua PMII Rayon Syari'ah dan Hukum Periode 2013-2014)
Diedit Oleh: Muwasaun Niam (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)

Dedikasi terhadap PMII

By Unknown | At 03.03 | Label : , | 0 Comments

“Jangan minta apapun dari PMII, tetapi berikanlah yang terbaik untuk PMII”
Itulah kata yang keluar dari para alumni PMII, masih teringat dengan jelas doktrin tersebut ketika kita berbicara pragmatis dalam proses kederisasi. Selayaknya kader PMII yang masih dalam ranah Rayon, dimana dalam aplikasi gerakan atau sumbangsih pemikirannya masih bertumpu melalui kajian-kajian yang bersifat sosial. Tentunya, hal ini perlu dikuatkan dengan wacana-wacana yang berhubungan khusus dengan fakultasnya. Yang demikian perlu dilakukan demi terciptanya kader-kader yang militan dan tangguh dalam berwacana dan aplikasinya. Akan tetapi tidak menjadi hambatan pula bila dalam menguatkan intelektualnya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial atau yang lainnya.
Menghadapi tantangan jaman yang semakin maju, kader PMII harus sadar dan merubah gaya pengabdiannya terhadap Negara. Kita bisa melihat, jika dikatakan bahwa dalam beberapa sector tertinggi dalam Negara masih sedikit kader PMII yang muncul dalam ranah pemerintahan maupun politik. Hal ini bisa kita lihat anggota DPR RI dimana dari beratus-ratus anggota dewan hanya dua puluh saja kader PMII. Dalam dunia pendidikan kita lihat, kader PMII yang menjadi rektor dikampus-kampus umum, hanya satu, dua orang saja. Dengan kondisi demikian, perlu adanya reformasi gerakan maupun diri pribadi demi terciptanya kader yang kompeten.
Kita selaku kader yang masih berada dalam kampus agar dapat bisa mengunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal wacana, kita masih lemah, hal ini melihat kampus-kampus tenagga yang tampil dan cenderung

Mengawak kebijakan kampus.
Mewarnai kampus melaui gerakan

Ditulis Oleh: Dofri Shofwatul Anam (Kader PMII Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara)

Kamis, 13 Februari 2014

Islam dan keadilan sosial

By Unknown | At 19.05 | Label : , | 1 Comments
Sungguh suatu ironi dalam usianya yang  sudah cukup tua untuk ukuran manusia,negeri tercinta ini masih saja terkapar dan terluka,kemerdekaan hanya ada dalam peringatan upacara tahunan,serta berbagai perlombaan yang hanya membuat generasi penerus semakin parah dalam kelalaian,tanpa di barengi dengan pemahaman betapa besar pengorbanan para pejuang demi kemerdekaan,yang seharusnya menjadi teladan.
Tapi yang lebih tragis dan memilukan semua ketimpangan yang ada terjadi dalam dalam negeri kita Indonesia,dengan jumlah umat islam terbanyak di dunia,kalau sudah begini ceritanya terus siapa yang salah dan harus bertanggug jawab atas semua yang terjadi?
Peringatan kemerdekaan yang bersamaan dengan bulan Ramadlan yang suci ini mari sama sama mengoreksi diri syukur2 bisa memberi suatu solusi, kalau bukan untuk negeri ya setidaknya bagi kita sendiri agar hidup ini lebih berarti.
Islam adalah agama yang sempurna,tegak diatas sendi sendi yang kokoh yang berkaitan erat dengan realita kehidupan ,kesholehan sosial sama pentingnya dengan kesholehan ritual dan sepiritual artinya pengamalan nilai-nilai yang menyangkut hubungan antar manusia  dan makhluk lainya sama pentingnya dengan kepentingan ibadah yang berhubungan langsung dengan sang khaliq seperti sholat puasa dll.Disinilah pentingnya mengapa kita harus mengamalkan islam secara menyeluruh ,sungguh naïf kita mengharpkaan hasil yang sempurna tapi cara yang kita pakai masih setengah-setengah dan pilih-pilih.
Tidak akan ada kesenjangan sosial yang terlalu dalam antara si miskin dan si kaya karena dalam islam ada konsep wajibnya zakat bagi si kaya untuk membantu si miskin.
Tidak akan ada rakyat yang terpaksa bodoh hanya karena alasan biaya karena dalam islam ada konsep bahwa pendidikan adalah kebutuhan pokok rakyat yang harus di tanggung oleh Negara.
Itulah beberapa kasus yang seharusnya bisa diminimalisir  seandainya rakyat,pejabat di negeri ini yang mengaku islam juga konsisten melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam islam.islam bukan hanya monopoli kyai tapi priyayi pun harus juga mengreti,islam bukan hanya menyuruh untuk ta’at tapi juga harus mampu mencegah yang jahat.semogalah kita termasuk hambanya yang di beri kesadaran,sadar akan siapa kita?sadar akan keberadaan kta sekarang?serta sadar kemana kita akan kembali nanti?

PMII bagian sejarah Indonesia

By Unknown | At 18.44 | Label : , | 0 Comments
PMII merupakan salah satu bagian dalam sejarah Idonesia. Mulai dari awal proses kemunculannya, proses lahirnya sampai proses perjalanannya hingga sekarang, PMII telah menjadi saksi dari sejarah perjalanan Indonesia. Dalam proses pemunculannya, PMII tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial politik tahun 1950-an. Ketika itu, telah muncul organisasi-organisasi kepemudaan seperti HMI (ketika itu underbow Masyumi) SEMMI (dengan PSII) KMI (dengan PERTI) IMM (dengan Muhammadiyah) dan HIMMA (dengan Wasillah).
Banyaknya organisasi tersebut, membuat anak-anak NU ingin mendirikan wadah yang bernaung di bawah panji bola dunia. Akhirnya, pada tahun 1955 di dirikanlah IMANU (Ikatan Mahasiswa NU) yang di pelopori oleh Wa'il Harits Sugianto Sedangkan di Surakarta berdiri KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama) yang dipelopori oleh Mustahal Ahmad. Namun, Keduanya  tidak berumur panjang. Sebab, PBNU tidak merestui dengan alasan yang sangat logis: “IPNU didirikan baru tanggal 24 Februari 1954 dan dengan pertimbangan waktu, pembagian tugas dan efektifitas organisasi”.
Gagasan pendirian organisasi mahasiswa NU muncul kembali pada Muktamar II IPNU di Pekalongan (1-5 Januari 1957). Gagasan ini pun kembali ditentang karena dianggap akan menjadi pesaing bagi IPNU. Sebagai langkah kompromis atas pertentangan tersebut, maka pada muktamar III IPNU di Cirebon (27-31 Desember 1958) dibentuk Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang diketuai oleh Isma'il Makki (Yogyakarta). Namun dalam perjalanannya antara IPNU dan Departemen PT-nya selalu terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan program organisasi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan cara pandang yang diterapkan oleh mahasiswa dan dengan pelajar yang menjadi pimpinan pusat IPNU. Disamping itu para mahasiswa pun tidak bebas dalam melakukan sikap politik karena selalu diawasi oleh PP IPNU. Maka pada Konprensi Besar IPNU (14-16 Maret 1960) di Kaliurang sepakat mendirikan organisasi tersendiri.
Rekomendasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh 13 tokoh, yakni; Chalid Mawardi (Jakarta), Said Budairy (Jakarta), M. Shabih ubaid (Jakarta), Makmun Syukri BA. (Bandung), Hilman (Bandung), H. Ismail Makky (Yogyakarta), Munsif Nachrawi (Yogyakarta), Nurilhuda Suady HA. (Surakarta), Laily Mansyur (Surakarta), Abdul Wahab Djailani (semarang), Hisbullah Huda (Surabaya), M. Chalid Marbuko (Malang), dan Ahmad Husein (Makasar). Pada tanggal 14-16 April 1960, mereka menggodok organ baru di TPP Khadijah Surabaya. Akhirnya, tanggal 17 April 1960 lahirlah organisasi mahasiswa NU yang diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Tidak berselang lama, tahun 1961 PMII melaksanakan Kongres I di Tawangmangu, Solo yang menghasilkan deklarasi Tawangmangu. Dari sini dimulailah kiprah PMII dalam percaturan nasional. Tahun 1963 kongres ke-2 PMII digelar di Yogyakarta. Kongres ini menegaskan kembali esensi Deklarasi Tawangmangu yang dikenal dengan Penegasan Yogyakarta. Tahun 1965 PMII mengadakan TC II di Megamendung, Bogor untuk menyikapi problem kehidupan masyarakat dan negara.

Posting Lama ►
 

Contact Person

Muhammad Iklil (Ketua Rayon Syari'ah dan Hukum) 087 746 566 766 Muwasaun Niam (Pimred Karsa Soeper) 085 741 498 232

Karsa Soeper

Merupakan media wacana dan berita Rayon Syari'ah dan Hukum UNISNU JEPARA

Alamat Redaksi

Jl. Majapahit Gg. Mawar RT.08/VI Gerjen Sari Tahunan Jepara

Copyright © 2014. KARSA SOEPER - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz